The Black Hole Part 1

“Lima, Empat, Tiga, Dua, Satu”. Terdengar hitungan mundur dalam peluncuran suatu pesawat luar angkasa. Suara pesawat itu kemudian menggema di sekitar tempat peluncurannya. Suara itu semakin lama semakin pelan, dan terlihat pesawat itu semakin menjauh dari bumi.

Pesawat luar angkasa itu ditumpangi oleh 5 orang awak yg berusia masih cukup muda, sekitar 17 tahun. Tujuan mereka adalah melakukan ekspedisi menjelajahi tata surya.

“Akhirnya impian kita untuk menjelajahi sekaligus mengamati tata surya bisa tercapai,” terdengar pembicaraan salah seorang dari mereka yang bernama Thufail. Ia bertugas sebagai pengendali kapal itu.

“Iya, itu berkat pesawat luar angkasa buatan profesor ini,” jawab seorang awak lainnya yang bernama Fathir. Dia bertugas sebagai fotografer benda-benda angkasa.

Di ruangan lain dari pesawat itu terdengar percakapan antara ketiga awak lainnya.

“Hei, kira-kira persediaan air, oksigen, dan makanan cukup buat kita berlima selama menjelajahi tata surya tidak?” tanya Luqman yang bertugas sebagai pengecek seluruh peralatan & kebutuhan-kebutuhan mereka selama di pesawat tersebut.

“Tenang saja, kan profesor sudah membuatkan ruangan khusus tumbuhan di dalam pesawat ini, di sana aku sudah menanami berbagai macam tumbuhan dengan bibit unggul, jadi tumbuhan itu dapat berguna untuk bahan makanan dan juga penghasil oksigen,” jawab Ardhy, ia bertugas sebagai penyedia makanan.

“Lalu bagaimana dengan persediaan air?” Luqman bertanya kembali.

“Jangan khawatir, di pesawat ini ada satu lagi alat canggih buatan profesor. Alat itu bisa menyedot oksigen dan hidrogen yang ada di dalam dan di luar pesawat ini, kemudian oksigen dan hidrogen itu direaksikan menjadi H20 (air), lagi pula alat itu bisa mendaur ulang air,” jawab Furqan yang bertugas sebagai penyedia air.

“Memangnya air hasil daur ulang itu tidak kotor?” tanya Luqman.

“Tentu saja tidak, karena air bekas yang sudah kita pakai hanya partikel-partikel hidrogen dan oksigen saja yang di sedot oleh alat itu, sedangkan zat-zat lainnya di buang di saluran khusus secara otomatis.” jawab Furqan.

“Wah, benar-benar hebat alat buatan profesor.”

Setelah itu mereka melakukan kontak dengan profesor.

“Hai anak-anak (begitulah panggilan profesor pada kelima awak yang merupakan anak asuhnya) di mana posisi kalian saat ini?” tanya profesor. “Saat ini kita baru memasuki orbit bulan Prof,” jawab Thufail.

“Oh, ternyata pesawat buatanku itu cepat juga ya,” kata profesor.

“Prof, ada satu hal yang kami khawatirkan, apakah bahan bakar pesawat luar angkasa ini tidak akan habis?” tanya Luqman.

“Hal itu tidak usah kalian cemaskan, karena pesawat buatanku ini dapat mengubah energi dan partikel apa saja yg ada di sekelilingnya menjadi bahan bakar,” jawab profesor.
“Wah, luar biasa,” kata kelima awak hampir bersamaan.
“Anak-anak, sekarang di bumi sudah menunjukkan pukul 03.25 sore, jadi sudah saatnya untuk shalat ashar,” kata profesor.
“Oh, iya. Kita harus shalat ashar dulu,” jawab Thufail.

Kemudian mereka memutuskan koneksi alat komunikasi mereka dengan profesor tersebut.
“Thufail, kamu yg jadi imam ya!” tunjuk ke empat temannya pada Thufail.

“Baiklah,” jawabnya.

Setelah shalat mereka bergegas menuju ruang kendali. Mereka melihat di monitor nampak planet mars semakin jelas.
“Fathir, kamu potret planet mars itu, dan jangan lupa gunakan zoom untuk memperjelas permukaan planet itu,” perintah Thufail kepada Fathir. “OK,” jawab Fathir.
Segera Fathir mengambil gambar dari objek pertama yakni planet mars.

“Eh, lihat itu ada bulannya planet mars, namanya phobos kan? Aku akan potret bulan ini juga ah!”

Setelah itu pesawat mereka menjauh dari orbit planet mars.

“Hei hati-hati, di sekitar sini ada banyak asteroid, jangan sampai tertabrak ya!” kata Fathir.

“Baiklah, lagian pesawat ini kan sudah dilengkapi sensor khusus agar tidak menabrak benda-benda angkasa,” jawab Thufail.

“Wah, banyak sekali asteroid ini, aku akan memotretnya dulu, ah,” kata Fathir.

“Sekarang di bumi sudah pukul 06.00, ayo kita sholat maghrib dulu” kata Ardhy. Kemudian mereka sholat maghrib berjama’ah dan usai sholat mereka kembali ke ruang kendali.

“Semuanya, lihat…! Kenapa di sekitar sini tiba-tiba menjadi gelap sekali ya? Tidak terlihat bintang atau benda langit satupun, bukankah seharusnya kita sudah berada di orbit Jupiter?” kata Luqman dengan nada panik.

“Jangan-jangan ini black hole (lubang hitam), karena itu di sekitar sini sangat gelap,” kata Furqan.

“Mungkin kamu benar,” jawab Luqman.

“Thufail, segera menghindar dari area gelap ini sebelum kapal ini terhisap ke dalam lubang hitam,” kata Fathir.

“Percuma saja, pesawat ini sudah tidak bisa melawan gravitasi lubang hitam yang sangat kuat ini” jawab Thufail sambil berusaha menggerakkan pesawat keluar dari area gelap.

Tapi upaya Thufail gagal, tiba-tiba2 mereka merasakan guncangan keras pada pesawat tersebut dan …….

To Be Continued. . .
(Bersambung ke The Black Hole Part 2)🙂

Baca juga:

Created by:
signature

About dhahnd371

I'm an Introvert boy. I like Science and Science fiction, I also like photography, blogging, gadget and many others.

Posted on 11 June 2011, in Cerbung, The Black Hole and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 6 Comments.

  1. wowow, imajinasi yang sangat liar🙂
    Sholat di luar angkasa,
    Pengeeeeeeeennn..

    Lanjutkan..

  2. cerita luar angkasa yak?
    aku juga punya rencana novel luar angkasa, tapi genre-nya lebih dari satu, niatan sih nggabungin fiksi ilmiah, spionase, fantasi, tapi juga heroisme.
    ada penyihir, ada profesor, ada pahlawan.
    tapi ga aku posting disini nanti =D

    betewe, tulisannya aku edit, gak diubah kok, kata-katanya, cuma dibenerin tanda baca sama singkatan-singkatannya.
    kamu udah ke profil penulis?

  3. Siipp, iya ane udah k profil penulis ternyata klo di isi bakalan muncul sendiri ya? maklum ane msih newbie🙂

  4. Eh, blackhole di orbit Jupiter?

  1. Pingback: The Black Hole Part 2 « Doyan Nulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: