Benci Jadi Cinta – episode 1

Dia mengejarku, ooh bukan itu yang ku maksud. Tapi dia selalu berusaha mengejar cintaku. Padahal, telah berpuluh-puluh kali aku menolaknya. Mungkin dia telah beribu-ribu menyatakan cinta padaku, tapi selalu ku tolak. Aku tak dapat menghitungnya, sumpah banyak banget.

“Kenapa sih kamu masih mengejar cintaku, bodoh!! Aku kan dah berkali-kali menolakmu tapi mengapa kamu masih mengejarku?”

Aku bingung dengan kelakuannya, aneeh. Padahal, masih banyak kok cewek yang lebih baik dariku. Aku nggak pintar, aku nggak cantik, oh tidak maksudnya bukan nggak pintar dan nggak cantik. Tapi tidak terlalu pintar dan nggak terlalu cantik (??). Namanya sih bagus, Valentino Maulana, namanya nggak nyambung yah. Eh, tapi orangnya boleh juga lho. Mukanya tuh agak bule gitu, tinggi, putih, berambut jabrik seperti landak, pintar eh dia pernah mendapatkan medali perak dari perlombaan Olimpiade Sains tingkat Internasional lhoo, beuh cool banget (maaf bangetnya itu nggak bangettttt) ingat itu.! Terus dia itu anggota tim basket sekolahku, juga anak band, baek lagii. Bayangin orangnya aja deh, gimana menurut kalian.

Ah pasti menurut kalian aku ini makhluk yang tak tau di untung. Di kejar-kejar sama seorang yang hampir, nyaris, mepet mau sempurna, eh malah menolaknya mentah-mentah. Hampir semua anak cewek di sekolahku iri dengan keadaanku sekarang. Banyak yang bilang, “Hadu Sheila, kenapa sih loe nolak si Tino terus? Padahal dia itu kan lelaki paling sempurna. Di kejar sama Zac Efron (sebutan dari para cewek yang tergila – gila pada Tino) gitu kamu nolak? Ya ampun mata loe, loe taruh dimana sih? Kalo gue jadi loe, beuh. Langsung gue terima, tanpa nawar-nawar deh” .
Ah, aku hanya diam mendengarkan banyak nasihat yang emm tidak berguna seperti itu. Sejenak aku berpikir dan membatin Tino apa memang benar mencintaiku, aku bingung. Aku masih trauma dengan apa yang Leon lakukan pada saat itu. Terima nggak ya cintamu. Leon itu mantanku. Secara penampilan dia seperti Tino. Leon itu anak berandalan, preman di sekolah. Ah, bodohnya aku. Kenapa aku mau di bohongin sama dia, aku menerima cintanya. Ternyata cintanya yang katanya hanya untukku itu bullshit!!  Semua Bullshit. Aku pernah memergokinya jalan dengan cewek lain, aku pernah memergokinya berciuman (ups, maaf belum berciuman tapi hampir saja) dengan sahabatku sendiri, bayangkan itu. Betapa sakitnya hatiku. Sahabatku itu memang selalu merebut hati orang yang aku sayangi, walaupun begitu aku tetap sabar. Dia merebut hati orang yang aku sayangi secara perlahan, dan memang aku tak pernah tau. Kembali ke Leon. Langsung ku putuskan Leon. Dia memang cowok yang nggak baik. Sekarang pun ia telah di keluarkan dari sekolah karena kepergok sedang berbuat ….. (sensor) di sekolah. Hah, nyesellllllllllllllll banget.

(bersambung ke episode 2)

About these ads

About Color, Light and Hope

Just a girl who has many dreams and wanted to come true. You can know more about me, I want to have many friends everywhere. :)

Posted on 7 June 2011, in Benci Jadi Cinta, Cerbung and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Leon sdg mndapat ganjaran ata prbuatannya nh, Semoga Tino cwok yg bruntung. Ditunggu terusannya ^^

  2. hehe iya tunggu cerita selanjutnya yaaa :D

  1. Pingback: Benci Jadi Cinta – episode 2 « Doyan Nulis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: